Saat ini bidang desain grafis merupakan bidang yang sedang populer. Karena kita pasti membutuhkan branding image untuk usaha yang kita jalani. Untuk image yang akan digunakan nantinya pasti minimal Anda harus bisa basic desain grafis.

Sudah cukup banyak orang yang menggeluti bidang desain grafis. Dari yang mulai coba-coba membuat sampai akhirnya menggeluti bidang ini menjadi profesinya. Karena saat ini banyak orang yang membutuhkan jasa desain grafis yang mampu membuat branding image untuk usahanya.

Untuk itu, belajar desain grafis tidak ada ruginya lho, bahkan jika kita makin mengasah kemampuan kita maka hasil desain juga makin bagus. Tentu ini akan lebih disukai klien dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Bagi Anda yang sedang mendalami bidang desain grafis ini. Anda harus terlebih dahulu memahami dasar-dasar desain grafis. Kita perlu mengetahui terlebih dahulu hal-hal mulai dari yang kecil yang sering dianggap sepele sampai hal yang berperan penting dalam pembuatan desain.

Simak baik-baik pembahasan ini tentang 5 esensi dari desain grafis yang perlu desainer pemula ketahui. Pembahasan ini tentu akan membantu Anda yang baru terjun di bidang desain grafis.

1. Fundamental Desain

dasar desain grafis

Fundamental desain merupakan dasar dari setiap medium visual. Fundamental desain ini pasti ada dalam model setiap desain. Mulai dari bentuk seni rupa modern maupun poster. Fundamental desain mencakup berbagai elemen desain grafis seperti shape atau bentuk 2 dimensi, form atau bentuk 3 dimensi, garis, dan juga tekstur. Jika dilihat lagi bentuk-bentuk ini mungkin terlihat biasa saja. Namun, dalam setiap desain yang kita kerjakan merupakan gabungan dari elemen-elemen bentuk tersebut.

Perlu diketahui bahwa setiap elemen bentuk pada fundamental desain tersebut memiliki makna dan fungsinya masing-masing. Bagaimana seorang desainer dapat menggunakan elemen tersebut untuk mengkomunikasikan secara visual. Dengan fundamental desain yang terdiri dari shape, form, garis dan tekstur seorang desainer dapat menyampaikan suatu visual yang dibuatnya.

2. Typography

Typography atau tipografi mungkin sudah menjadi hal yang sangat familiar untuk kita lihat. Contohnya seperti pada website, kemasan produk, buku, poster, dan lain sebagainya. Tipografi mencakup suatu tampilan atau gaya yang dapat dilihat dari warna, jarak, ketebalan, ukuran huruf dan jenis huruf.

Setiap jenis font memiliki maknanya tersendiri. Misalkan, jenis Sans Serif (seperti Helvetica) yang dapat memberikan kesan sederhana dan modern, biasa digunakan untuk website atau tampilan digital karena mudah untuk dibaca. Oleh sebab itu, bagi seorang desainer grafis penting untuk memperhatikan pesan yang ingin ia sampaikan agar sesuai dengan tipografi yang ia terapkan.

3. Warna

makna warna

Selanjutnya adalah warna yang memiliki peran penting dalam sebuah desain. Warna dapat mewakili suatu persepsi dari desainer kepada yang melihatnya. Bahkan dengan warna seorang desainer dapat menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata sama sekali. Meski kata-kata juga dapat ditambahkan jika suatu desain tersebut berisi pesan yang penting. Perlu diperhatikan bagi desainer pemula untuk menggunakan warna dengan hati-hati, karena warna juga bisa menimbulkan masalah bagi desainer pemula dalam pemilihan warna.

4. Layout dan Komposisi

Layout dan komposisi merupakan pondasi dari suatu desain. Layout ini berfungsi untuk memberikan struktur dan mempermudah navigasi bagi desainer. Layout juga sangat jarang diperdulikan oleh beberapa desainer grafis pemula, padahal gambar penting sekali untuk ditata letakkan dengan baik. Jangan sampai tidak seimbang.

Berikut ini terdapat beberapa prinsip dasar layout dan komposisi yang digunakan oleh para desainer grafis professional diantaranya adalah:

Proximity, yaitu memisahkan antara jenis kelompok konten.

White space, ini dapat diterapkan dengan cara membuat space kosong pada desain.

Alignment, yaitu menyesuaikan letak kesejajaran konten berdasarkan sisi kiri, kanan, tengah, atas atau bawah.

Contrast, membuat kontras antar objek desain dengan menggunakan warna, bentuk atau komponen desain lainnya, agar membentuk suatu hirarki.

Repetition, atau lebih tepat diartikan sebagai konsistensi elemen pada desain, baik dalam hal warna, tipografi dan lainnya.

Layout dan komposisi yang baik akan memudahkan navigasi dalam menyajikan pesan visual kepada masyarakat yang melihat. Dengan memperhatikan detil-detil dalam layout dan komposisi, kita dapat menciptakan desain yang menarik dan terlihat profesional.

5. Citra

tips brosur menarik

Citra dalam sebuah desain dapat berupa foto atau gambar ilustrasi yang dibuat desainer grafis. Citra dapat digunakan untuk menarik para viewer. Karena citra menjadi suatu impression yang kuat untuk desain secara keseluruhan.

Hal yang harus diperhatikan dalam memilih citra yang dibutuhkan, seperti selalu pilih gambar dengan resolusi tertinggi, edit gambar untuk menyesuaikan warna dan selalu berpikir hati-hati dalam pemilihan warna.

Demikianlah Esensi Desain Grafis Yang Harus Diketahui Desainer Pemula. Semoga bermanfaat.

Silahkan Share, Semoga Bermanfaat