Visi adalah sebuah gambaran akhir dari sebuah perjalanan. Maka sebelum anda berjalan, tentukan dulu visinya.

Artikel ini saya khususkan bagi anda yang sudah menentukan visi. Jika belum silahkan baca dulu

Bagaimana cara membuat dan menemukan visi?

Sebelum anda lanjutkan, ada baiknya anda baca link diatas terlebih dahulu.

Jika sudah anda baca, silahkan anda lanjutkan baca artikel ini.

Pada bulan Februari 2007, pimpinan starbucks, Howard Schultz, mengirim memo kepada CEO nya, Jim Donald.

Dalam memo itu, Schultz mengungkapkan keresahanny, karena starbucks telah melengceng dari visi awalnya. Ia mendesak CEO nya untuk menciptakan program yang akan membawa starbucks kembali ke visi semula.

Dari cerita singkat diatas, saya ingin menggaris bawahi point penting yang ingin saya sampaikan dalam artikel ini, sekaligus mengingatkan kita bahwa:

Visi tidak akan melekat tanpa penjagaan dan perhatian yang secara terus menerus.

Salah satu tantangan terbesar dalam kepemimpinan adalah membuat visi yang melekat.

Membuat visi melekat memang sulit. Visi adalah tentang apa yang bisa saja terjadi dan apa yang seharusnya tejadi.

Bagaimana caranya agar membuat visi anda melekat?

Mengambil tanggung jawab…

Jika ingin membuat visi anda melekat, inilah hal paling penting yang harus anda ingat: Andalah yang bertanggung jawab.

Tanggung jawab pemimpin adalah memastikan orang-orang yang ia pimpin memahami dan merangkul visi organisasi.

Kadang kala kita semua tegoda untuk menyalahkan orang lain disekitar kita atas ketidak mampuan mereka memahami dan bertindak menurut visi yang telah kita lontarkan.

Namun saat seorang pemimpin menyalahkan pengikutnya karena tidak mengikuti, pemimpin itu telah gagal memimpin.

Jika para pengikut tidak mengerti, mungkin kita belum menyampaikan visi dengan cara yang membuatnya mudah dimengerti.

Daripada menyalahkan, lebih baik kita memandangi cermin dengan seksama dan bertanya pada diri kita, bagaimana saya bisa menyampaikan visi ini dengan jelas? Lebih sederhana? Lebih mudah dipahami apa yang dapat saya lakukan untuk membuatnya melekat bagaimana saya bisa mengarahkan visi ini agar melekat disetiap orang?

Setelah menyelesaikan masalah tanggung jawab, ada lima hal yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan daya lekat visi anda secara drastis.

1. Nyatakan visi secara sederhana.

Pertama, jika ingin visi anda melekat dalam benak orang-orang yang anda pimpin, visi itu harus mudah diingat.

Orang-orang tidak akan mengingat visi yang pangjangnya berparagraf-paragraf.

Lebih baik memiliki pernyataan visi yang tidak lengkap, namun mudah diingat, ketimbang yang lengkap tapi mudah dilupakan.

Contoh pernyataan visi yang mudah diingat yaitu seperti ebay:

Visi eBay: “untuk menyediakan arena perdagangan global dimana siapa pun dapat memperdagangkan apa pun”.

Perhatikan bahwa pernyataan visi eBay tidak menyentuh soal internet, nah pernyataan ini tidak memberi cakupan penuh dari identitas eBay.

Namun pernyataan ini menarik dan mudah diingat.

2. Lemparkan visi dengan meyakinkan.

Hal penting kedua untuk membuat visi melekat adalah dengan melemparkan visi secara meyakinkan.

Untuk melemparkan visi yang meyakinkan, maka anda melakukan hal-hal berikut:

a. Anda harus menjelaskan masalah yang bisa diselesaikan oleh visi anda.

Setiap visi adalah solusi bagi suatu masalah.

Jadi masalah apa yang ingin diselesaikan oleh visi anda..?

Setiap oraganisai sukses, – baik nirlaba (non bisnis) atau komersil (bisnis) – dipandang oleh pelanggan atau kliennya sebagai solusi suatu masalah.

Untuk itu, anda harus mampu menjawab kedua pertanyaan ini:

Kebutuhan atau masalah apa yang mampu diselesaikan oleh visi anda?

Apa yang akan terjadi, seandainya kebutuhan atau masalah ini tidak diatasi?

b. Tawarkan Solusi

Visi anda adalah solusi dari suatu masalah.

Agar visi anda dapat tersampaikan dengan meyakinkan, hadirkanlah visi anda sebagai solusi dari suatu masalah.

Solusi apa yang akan anda ajukan?
Bagaimana organisasi usaha anda menempatkan diri sebagai solusi dari suatu masalah?

c. Hadirkan Alasan

Komponen ketiga dari visi yang meyakinkan adalah alasan mengapa sesuatu harus dikerjakan sekarang.

Berilah mereka alasan dari visi anda. Anda harus menjawab pertanyaan:

Mengapa kita harus melakukannya? Mengapa kita harus melakukannya sekarang?

“Mereka sudah tahu ada masalah. Mungkin mereka punya firasat tentang solusi yang bisa diambil. Yang mereka butuhkan adalah seseorang yang bisa memberi mereka alasan untuk bangkit dan melakukan sesuatu untuk mengatasinya”

3. Ulangi visi secara teratur.

Melemparkan visi dengan meyakinkan satu kali saja tidak cukup untuk membuatnya melekat. Dua kali pun tidak cukup.

Visi harus diulang secara teratur.

Pada saat tertentu anda perlu menntukan waktu dan konteks yang optimal untuk melemparkan visi dalam oraganisasi anda.

Carilah berbagai cara untuk menanamkannya dalam siklus alamiyah dari bisnis atau pelayanan kedalam oraganisasi bisnis anda.

Kapan orang-orang paling bisa menyimak dengan penuh perhatian?
Kapan semua orang ada disana?
Kapan orang-orang butuh diingatkan?

Kita semua perlu diingatkan mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan. Kita perlu diingatkan akan apa yang sedang dipertaruhkan.

Kita perlu diingatkan tentang visi.

Jadi jika ingin visa anda melekat, anda harus menyatakannya dengan sederhana, melemparkan secara meyakinkan, dan mengulanginya secara teratur.

4. Rayakan visi secara sistematis.

Untuk membuat visi melekat, seorang pemimpin perlu jeda waktu yang cukup lama untuk merayakan kemenangan yang terjadi disepanjang jalan.

“Merayakan kemenangan sangat perjelas visi, labih dari apapun juga”.

Sebagian orang menganggap, perayaan itu hanyalah buang-buang waktu saja.

Namun jika anda merayakan hal yang benar, anda sedang menjalankan cara melemparkan visi yang paling efektif.

Perayaan menciptakan kesempatan untuk momen “a-ha”, oh jadi itu yang anda maksud”.

Merayakan kemenangan membuat visi terlihat nyata, dan memperjelasnya dengan cara yang tak dapat dilakukan oleh kata-kata belaka.

5. Rangkullah visi itu secara pribadi.

Kesediaan anda untuk mewujudkan visi organisasi akan berdampak langsung terhadap kredibilitas anda sebagai seorang pemimpin.

Menghidupi visi membangun rasa percaya dan membuat anda mnjadi pemimpin yang layak diikuti.

Ketika orang-orang yakin bahwa visi tersebut melekat dalam diri anda, lebih mudah bagi mereka untuk berjuang agar terus melekat dengan visi tersebut.

Jika anda mengatakan, anda percaya pada sesuatu, hidupilah itu. Dan hidupilah dengan yang bisa dilihat orang-ornag di sekitar anda. Itu bukan sombong tapi membebaskan.

Jadi kesimpulan sangat sederhana, yaitu

Jika anda agar visi anda kuat dan melekat disetiap saat maka yang setidaknya anda lakukan adalah

“Menyatakan visi secara sederhana, mayakinkan, ulangi secara teratur, rayakan visi secara sistematis, dan rangkullah visi itu secara pribadi”.